03 November 2008

GIMANA NGATUR MAKAN UNTUK HIPERTENSI?

Sobat, sebagaimana janji saya sama ciblekwati harum mewangi yang baik hati tidak sombong dan suka menabung itu serta pada sobat semua, maka kali akan saya sampaikan bagaimana cara ngatur makanan untuk penderita hipertensi alias darah tinggi bin “bludrek” itu.
Seperti yang telah saya sampaikan pada posting sebelumnya bahwa untuk penderita hipertensi perlu pengaturan makanan dengan cara membatasi asupan garam, lemak dan kolesterol dan meningkatkan asupan kalium.
Nah sekarang kita bahas satu persatu oke! :


PERTAMA: BATASI PENGGUNAAN GARAM
Yang dimaksud garam adalah Natrium atau sodium. Jadi kalau sobat baca di etiket makanan ada kata natrium atau sodium itu berarti garam. Zat ini sangat berpengaruh terhadap tekanan darah. Garam natrium/sodium dipasaran dijumpai dalam berbagai bentuk antara lain:
• Natrium clorida atau garam dapur
• Mono Sodium Glutamat atau vetsin/penyedap rasa.
• Natrium bikarbonat atau soda kue
• Natrium benzoate yang biasa digunakan untuk mengawetkan buah-buahan.
• Natrium nitrit yang biasa digunakan untuk mengawetkan daging seperti cornet beef.

Pada penderita hipertensi bahan-bahan tersebut, termasuk makanan yang dimasak dengan bahan tersebut harus dibatasi penggunaanya.
Batasnya seberapa? Pembatasan ini tergantung tingkat keparahan hipertensi yang diderita. Rinciannya sebagai berikut:
• Untuk hipertensi berat yaitu apabila tekanan darah systole >180 mmHg dan/ atau diastole >110 mmHg maka dalam pemasakan tidak boleh ditambahkan garam sedikitpun. Makanan yang tinggi garam juga harus dihindari. Pengaturan seperti ini biasa disebut diet rendah garam I (RG I).
• Untuk hipertensi sedang yaitu apabila tekanan darah sistol : 160 – 179 mmHg dan / atau tekanan darah diatole : 100 – 109 mmHg maka penggunaan garam dibatasi hanya ¼ sendok teh atau 1 gram sehari/orang. Makanan yang tinggi garam harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut diet rendah garam II (RG II).
• Untuk hipertensi ringan yaitu apabila tekanan darah sistol : 140 – 149 mmHg dan/atau tekanan darah diastole : 90 – 99 mmHg, maka penggunaan garam dibatasi hanya ½ sendok teh atau 2 gram sehari/orang. Makanan tinggi garam harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut Diet rendah garam III (RG III).

Makanan apakah yang tinggi garam dan harus dihindari?
Makanan tinggi garam yang harus dibatasi antara lain :
• roti, biscuit, krakers, dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda kue
• dendeng, abon, cornet beef, daging asap, bacon, ham, ikan asin, pindang, sarden, ebi, udang kering, telur asin dan makanan lain yang diawetkan dengan garam.
• Keju, margarine, mentega.
• Acar, asinan, manisan, sayuran maupun buah dalam kaleng.
• Bumbu-bumbu yang banyak mengandung garam seperti kecap, magi, terasi, petis, taoco, roiko dan penyedap rasa lainnya.

Ingat : batasan penggunaan garam ini hanya berlaku ketika tekanan daran diatas normal. Ketika tekanan darah sudah turun dalam batas normal maka garam harus dipakai kembali seperti biasa.

KEDUA : BATASI PENGGUNAAN MAKANAN TINGGI LEMAK DAN KOLESTEROL
Makanan yang tinggi lemak dan klolesterol ini antara lain : semua jeroan, kuning telur, ayam terutama ayam potong (terutama bagian leher kepala, kaki, ekor, kulit dan sayap), otak, udang, cumi, kepiting, kerang, dan semua makanan yang dimasak dengan minyak goreng, margarine maupun keju. (selengkapnya : baca juga dislipidemia pada posting sebelumnya)

KETIGA: PERBANYAK ASUPAN KALIUM
Makanan yang tinggi kalium antara lain : kacang ijo, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, bayam, daun papaya, peterseli, kapri dan buah pisang.

BAGAIMANA PENGATURAN SEHARI-HARI?
1. Batasi garam sesuai tingkat keparahan hipetensi yang di derita.
2. penggunaan makanan pokok (sumber energi) seperti makanan dari beras, gandum, sagu, ubi dan sebagainya secukupnya saja. Jangan berlebihan. Apalagi jika anda termasuk kelebihan berat badan.
3. Hindari lauk-pauk yang tinggi lemak dan kolesterol seperti semua jeroan, kuning telur, ayam terutama ayam potong (terutama bagian leher kepala, kaki, ekor, kulit dan sayap), otak, udang, cumi, kepiting, kerang, dan semua makanan yang dimasak dengan minyak goreng, margarine maupun keju. Perbanyak penggunaan ikan terutama ikan laut.
4. perbanyak penggunaan lauk nabati seperti tempe, tahu, kacang tanah, kacang ijo, kacang merah dan hasil olahannya.
5. Perbanyak sayuran dan buah segar. Buah segar paling sedikit 2 – 3 buah/ hari. Sayuran paling sedikit 3 – 4 porsi/hari. Batasi buah duren, nangka, cempedak dan buah-buah lain yang terlalu manis dan menghasilkan gas.
6. Jika anda minum susu, pilih susu yang rendah lemak.
7. Batasi penggunaan minyak goreng, margarine, mentega, dan keju. Dianjurkan menggunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, minyak kacang, minyak wijen, minyak jagung, minyak kedele dan minyak biji bunga matahari. Tapi hindarkan pemasakan yang menggunakan panas tinggi seperti menggoreng maupun oven. Karena pemasakan seperti ini akan merusak lemak sehingga justru lebih berbahaya ( baca: bahaya asam lemak trans pada posting sebelumnya).
8. Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis.
9. Hindari alcohol seperti minuman keras, maupun tape dan hasil olahannya.
10. Stop rokok.

Oke! Smoga bermanfaat.

Dheminto
http://gizinews.blogspot.com
http://untaianhikmah.blogspot.com


1 komentar:

Imas Suminarsari mengatakan...

terimakasih infonya :)